Perbedaan UX dan UI – Panduan Awam

Sebagai orang awam dalam pengembangan produk, namun sudah kenal apa itu website dan aplikasi, tentu sudah sering mendengar “UX” atau “UI”, dan sebagainya. Apakah itu bahasa rahasia? Atau agar terlihat keren?

UX atau UX Design akronim dari User Experience Design (Desain Pengalaman Pengguna), sedangkan UI atau UI Design akronim dari User Interface Design (Desain Antarmuka Pengguna). Keduanya merupakan elemen penting dari sebuah produk dan saling terikat.

Terlepas dari ikatan keduanya, perannya berbeda dilihat dari proses dan disiplin yang dijalani. UX Design lebih analitis dan teknis, sedangkan UI bekerja dalam ranah desain grafis yang terlihat.

Komponen produk digital jika dianatomikan menjadi tubuh manusia, maka: tulang sebagai KODE yang memberikan struktur. Organ sebagai UX: mengukur dan mengoptimalkan masukan untuk mendukung fungsi kehidupan. UI sebagai kosmetik, indera dan reaksinya.

Masih bingung? Jangan khawatir, kamu bukanlah satu-satunya! Co-creator Foster.fm, Rahul Varshney mengatakan:

User Experience (UX) dan User Interface (UI) adalah istilah yang membingungkan dan disalahgunakan. UI tanpa UX seperti pelukis menggores cat ke kanvas tanpa berpikir. Sementara UX tanpa UI seperti kerangka patung tanpa kertas mache. Produk hebat dimulai dengan UX diikuti oleh UI. Keduanya penting untuk kesuksesan produk.

Dibawah ini dijelaskan lebih rinci mengenai sejarah, perdebatan dan definisi keduanya. Jika kamu tidak perduli – lompat ke akhir setiap bagian untuk melihat kesimpulan.

Apa itu UX Design?

Adalah langkah pertama membuat produk hebat dan berguna. Dijelaskan dalam Wikipedia bahwa:

Desain Pengalaman Pengguna (UX, UXD atau UED) adalah proses untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan dengan meningkatkan kegunaan, kemudahan penggunaan, dan kesenangan yang diberikan dalam proses interaksi antara pelanggan dan produk.

Jelas, kan? Ternyata definisi UX tidak hanya mengacu pada teknologi (produk digital) semata tetapi mencakup semua jenis produk.

Don Norman, seorang ilmuwan kognitif dan salah satu pendiri Nielsen Norman Group Design Consultancy diyakini sebagai pencetus istilah UX pada tahun 1990-an. Ia menyatakan bahwa:

Pengalaman pengguna mencakup semua aspek interaksi pengguna akhir dengan perusahaan, layanan dan produk.

Pernyataan tersebut dapat mengisyaratkan tidak peduli apapun perantaranya, UX Design mencakup setiap dan semua interaksi antara calon pengguna atau pengguna aktif terhadap suatu produk. Itu adalah proses ilmiah yang bisa diaplikasikan terhadap bangku, mobil, jalan, rak buku, baju, pena dan sebagainya.

Secara garis besar, tanggung jawab seorang UX Desainer adalah sebagai berikut:

Strategi dan Konten

  • Analisis kompetitor
  • Analisis pengguna
  • Struktur produk / strategi
  • Pengembangan konten

Wireframing dan Prototyping

  • Membuat wireframe
  • Membuat prototipe
  • Pengujian / Iterasi
  • Perencanaan pembuatan / pengembangan

Eksekusi dan Analisis

  • Berkoordinasi dengan desainer UI
  • Berkoordinasi dengan developer (back-end)
  • Mendefinisikan tujuan akhir
  • Analisis akhir

Peran UX Desainer begitu kompleks, ia menjadi marketer (pemasar), desainer dan project manager.

Kesimpulan

  • UX Desainer adalah proses mengembangkan dan meningkatkan kualitas interaksi antara pengguna terhadap suatu produk.
  • Tanggung jawab UX Desainer mencakup riset, konten, prototyping, pengembangan dan pengujian. Tujuannya agar mengetahui langsung kualitas produk.
  • Secara teori adalah pekerjaan non-digital, namun lebih sering dikaitkan dengan industri digital.

Apa itu UI Design?

Kaitan UI terhadap produk lebih dikenal ketimbang UX. Sejatinya adalah perwujudan dari UX agar dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh panca indera pengguna. Warna, bentuk dan nuansa masuk dalam kategori UI.

Jika kamu melihat lowongan kerja UI Desainer, sebagian besar persyaratan mirip dengan desainer grafis, branding serta pembuatan front-end. Secara definisi identik dengan UX Desainer, bahkan mengacu pada struktural teknik yang sama.

UI adalah sarana yang digunakan pengguna untuk berinteraksi dengan sistem komputer, khususnya penggunaan perangkat input dan perangkat lunak.

Sekilas tentang tanggung jawab UI Desainer sebagai berikut:

Tampilan dan Nuansa

  • Analisis pengguna
  • Riset desain
  • Branding dan pembuatan grafis
  • Panduan pengguna / storyline

Interaktivitas

  • Membuat prototipe UI
  • Interaksi dan animasi
  • Adaptasi terhadap semua ukuran layar perangkat
  • Implementasi dengan back-end.

Peran UI Desainer sangat penting karena harus menciptakan interaksi awal yang baik dan berguna antara pengguna dan produk. Ia harus membuat pengguna langsung percaya bahwa produk bisa dipercaya dan bermanfaat.

Kesimpulan

  • UI Desainer bertanggung jawab menyampaikan kekuatan suatu produk terhadap penggunanya melalui visual.
  • Membimbing pengguna untuk menggunakan produk dengan benar.
  • Sepenuhnya merupakan bidang digital / fisik, harus bisa bekerjasama dengan back-end.

Mana Lebih Penting, UI atau UX?

Helga Moreno, seorang ahli dalam merancang produk dalam artikelnya “The Gap Between UX And UI Design” mengatakan:

Produk yang terlihat hebat tapi sulit digunakan pertanda UI bagus dan UX buruk. Sementara, produk yang terlihat buruk tapi sangat mudah digunakan pertanda UX bagus dan UI buruk.

UI dan UX dalam Keseharian

Kamu mendapat undangan ulang tahun bertema luar angkasa. Sebagai UX Desainer, kamu merancang reaksi orang-orang ditempat pesta. Kamu ingin mereka bereaksi seperti apa? Apakah terkejut, mual-mual, takut, dan sebagainya.

Pilihan jatuh kepada terkejut, sebagai UI Desainer tugasmu membuat sesuatu agar orang-orang menjadi terkejut ketika melihatnya. Mungkin membuat kostum alien bertaring besar, berlendir,  berwarna mencolok, dan sebagainya.

That’s it! :-), jangan lupa dishare ke teman. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi.

Dipublikasikan pertama kali dalam bahasa Inggris oleh Emil Lamprecht di Career Foundry.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan